Desa Paya Kumang Resmi Jadi Desa ODF, Bupati Ketapang: Ini Soal Martabat dan Masa Depan

Jul 3, 2025 - 01:40
Desa Paya Kumang Resmi Jadi Desa ODF, Bupati Ketapang: Ini Soal Martabat dan Masa Depan

Ketapang — Di bawah langit cerah pada Kamis (3/7), Desa Paya Kumang, Kecamatan Delta Pawan, menorehkan sejarah penting dengan resmi mendeklarasikan diri sebagai Desa Open Defecation Free (ODF). Deklarasi ini menjadi tonggak besar menuju masyarakat yang lebih sehat, kuat, dan bermartabat.





Acara deklarasi yang berlangsung di halaman kantor Desa Paya Kumang dihadiri jajaran pimpinan OPD Kabupaten Ketapang, Forkopimcam Delta Pawan, para kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan ratusan warga yang hadir dengan penuh antusias.

Dalam sambutannya, Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat dan pemerintah Desa Paya Kumang. Ia menyebut keberhasilan ini sebagai bukti nyata bahwa perubahan besar dapat dimulai dari hal-hal sederhana, dari tekad yang tak pernah padam, serta dari desa yang tak menyerah pada keterbatasan.

“Buang Air Besar Sembarangan bukan hanya soal sanitasi, tetapi soal martabat. Soal bagaimana kita menjaga tubuh dan bumi tempat kita berpijak. Paya Kumang hari ini menunjukkan bahwa ketika warga bersatu, cita-cita tidak lagi sekadar mimpi,” ujar Bupati Alexander Wilyo.

Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang terdiri dari lima pilar utama — penghentian praktik BABS, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan, pengelolaan sampah, dan pengelolaan limbah cair — diibaratkan Bupati sebagai jembatan menuju masa depan yang lebih sehat. Dengan keberhasilan ini, anak-anak dapat tumbuh lebih sehat, perempuan merasa lebih aman, dan lansia dapat hidup dengan tenang.

“Ini bukan akhir, melainkan awal. ODF bukan tujuan akhir, tapi langkah awal dari tanggung jawab bersama. Mari kita jaga kebiasaan ini dan tularkan semangat ke desa-desa lain. Karena Ketapang yang sehat dimulai dari rumah, dari keluarga, dan dari desa yang kita cintai,” lanjutnya.

Tidak hanya soal sanitasi, Bupati Alexander Wilyo juga membawa kabar baik bagi dunia pendidikan. Pada tahun ajaran baru ini, seluruh siswa SD dan SMP di Kabupaten Ketapang akan menerima seragam dan buku tulis gratis. Program ini diharapkan mampu meringankan beban keluarga serta mendorong semangat belajar anak-anak.

“Kami ingin anak-anak Ketapang bersekolah tanpa rasa cemas. Tidak ada lagi alasan tertinggal karena biaya. Bagi mereka yang berprestasi namun berasal dari keluarga kurang mampu, pemerintah juga menyiapkan beasiswa. Karena di pundak merekalah masa depan Ketapang dititipkan,” tegas Bupati Alexander Wilyo.

Selain itu, Bupati juga menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Desa Paya Kumang atas kepercayaan yang diberikan dalam Pilkada lalu. Amanah tersebut, katanya, adalah titipan Tuhan yang akan dijawab dengan kerja nyata dan pelayanan sepenuh hati.

“Terima kasih atas kepercayaan itu. Saya tidak akan menyia-nyiakannya. Kita akan membangun bersama, bukan hanya jalan dan jembatan, tetapi juga harapan dan kehidupan,” katanya.

Hari itu, Paya Kumang tidak hanya mendeklarasikan diri bebas BABS, tetapi juga menunjukkan tekad untuk menatap masa depan dengan keyakinan baru. Desa ini menjadi contoh bahwa sebuah komunitas kecil mampu menjadi pelita perubahan besar bagi Ketapang.

Selamat kepada Desa Paya Kumang. Langkahmu menjadi nyala obor yang menerangi jalan Ketapang menuju masa depan yang lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih adil untuk semua.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow